Lilypie - Personal pictureLilypie Third Birthday tickers
Lilypie - Personal pictureLilypie First Birthday tickers
Showing posts with label IKHLAS. Show all posts
Showing posts with label IKHLAS. Show all posts

12/13/13

sejuta chenta bersaudara



Sesungguhnya laki-laki dan perempuan yang muslim, laki-laki dan perempuan yang mukmin, laki-laki dan perempuan yang tetap dalam ketaatannya, laki-laki dan perempuan yang benar, laki-laki dan perempuan yang sabar, laki-laki dan perempuan yang khusyuk, laki-laki dan perempuan yang bersedekah, laki-laki dan perempuan yang berpuasa, laki-laki dan perempuan yang memelihara kehormatannya, laki-laki dan perempuan yang banyak menyebut (nama) Allah,  Allah telah menyediakan untuk mereka ampunan dan pahala yang besar     


Pertama-tamanya.. ye, aku bukan sesiapa..

Hanya hamba Allah yang hina..


Tulisanku bukan untuk dibaca oleh sesiapa..

Hanya nukilan ku untuk ku tembak tembak tepat dibatang hidung sendiri..inshaAllah, andainya perlu satu hari nanti.. kerna memang aku belum diuji, dan hanya menjadi pemerhati..


Yang pasti tulisanku untuk dihadam diriku dulu, dan kemudian diri-diri yang mungkin rasa tertembak sama..

Aku mahu tulis tentang ni..



KELUARGA


Alhamdulillah, tsumma alhamdulillah atas segala nikmat kurniaan Ilahi... Nikmat iman dan Islam sehingga ke hari ini.. nikmat makanan yang memberi kekenyangan.. nikmat kerja yang memberi rezki kehidupan.. nikmat hujan yang memberi kedinginan.. nikmat matahari yang memberi kehangatan..nikmat keluarga yang memberi rasa bahagia.. nikmat kefahaman yang memupuk kesabaran.. nikmat bumbung yang memberi perlindungan.. nikmat pakaian yang menjaga kehormatan.. nikmat kesihatan yang memudahkan urusan..



Atas segala nikmat ini, kita bersyukur...kita tunduk dan bersyukur lagi... dan jika dihitung nikmat Allah mampukah kita?



Aku pernah menulis pendek untuk menembak diriku tentang hitungan manusia yang tidak pernah habis disini.. jika ditulis tidak termampu walau dengan tinta lautan.. jadi apa bisa terhabis untuk disyukuri?



Allahu Allah! ampunkan kami! ampunkan kami..



Jujur!aku sayang sangat sangat sangat sangat dengan keluarga kurniaan Allah pada aku..


Dan alhamdulillah setelah berbaitul muslim, ku punya dua keluarga besar..



Yang kedua-duanya ku mahu bersama disyurga..kusebut setiap nama dalam doa walaupun nikmat itu ku angkat dengan penuh muhajadah..



Hingga kasih itu tak tercukup untuk dilafaz dengan jutaan kata..


Tak sempurna untuk ditulis walau dengan jutaan kalimah..


Kerana kasih keluarga haruslah melebihi selayaknya..


Jadinya.. Aku jujur..Aku sayang mereka melebihi selayaknya..

Malah berbanding diriku sendiri..





Dan itu memang selayaknya berlaku...sebab Allah pon suruh begitu!


Banyak ayat chenta Allah yang sokmo suruh kita dahulukan keluarga/kerabat/adikberadik berbanding orang lain..As Allah said in these two beautiful words..



Dan berikanlah kepada keluarga-keluarga yang dekat akan haknya, kepada orang  miskin dan orang yang dalam perjalanan dan janganlah kamu menghambur-hamburkan (hartamu) secara boros.

“Mereka bertanya kepadamu (Muhammad) tentang apa yang harus  mereka infakkan. Katakanlah, “Harta apa saja yang kamu infakkan, hendaklah diperuntukkan bagi kedua orang tua, kerabat, anak yatim, orang miskin, dan orang yang dalam perjalanan.” Dan kebaikan apa saja yang  kamu kerjakan, maka sesungguhnya Allah Maha Mengetahui.” 
 (Al-Baqarah: 215)


Berbuat zalim (meletakkan sesuatu bukan pada tempatnya) apatah lagi.. Nauzubillah.. pastilah dimurkai Allah bukan?
Zalim andai kita menyakiti keluarga termasuk ibu bapa dan adik-beradik kita sendiri.


Mereka saudara sedaging sedarah..bergenetik hampir sama..


Ya! tapi memang berkepala tidak sama, bercara fikir jauh berbeza, berpendapat mungkin berarah random sana sini..


Itu fitrah! Allah dan kehebatannya mencipta manusia dengan jutaan idea dan pendapat berbeza..


Tak kisahlah! Tutup itu semua! Cari persamaan bukan perbezaan...

Pandang kebaikkan..hargai!


Pandang jasa dan kelebihan...syukuri!


Ada kekurangan maklumkan, bukan dibanding-bandingkan!


Pasti jika kita syukuri, akan ditambah kebaikkan pada drinya... akan ditambah kebahagiaan dalam kehidupan berkeluarga.. Dan ini bukan formual perlaburan dunnia yang dijanji manuisa.. tetapi janji Allah kepada hambaNya.. SubhanAllah..MashaAllah Maha Baiknya Tuhan kitakan?



Dan (ingatlah juga), tatkala Tuhanmu memaklumkan; "Sesungguhnya jika kamu bersyukur, pasti Kami akan menambah (nikmat) kepadamu, dan jika kamu mengingkari (nikmat-Ku), maka sesungguhnya azab-Ku sangat pedih".  

Jangan sesekali kita menyakiti..


Zalim andai kita menghina, mencaci mereka..


Siapa mereka punya, jika bukan kita? 


Siapa yang paling layak support dan dokong mereka jika bukan kita?


Dengan keikhlasan paling jelas! jika bukan kita?


Kebaikkkan paling mulia haruslah pada mereka..


Sedekah paling cantik tentulah pada mereka..


Doa paling indah tentulah pada mereka..



Kami perintahkan kepada manusia supaya berbuat baik kepada dua orang ibu bapaknya, ibunya mengandungnya dengan susah payah, dan melahirkannya dengan susah payah (pula). Mengandungnya sampai menyapihnya adalah tiga puluh bulan, sehingga apabila dia telah dewasa dan umurnya sampai empat puluh tahun ia berdoa: "Ya Tuhanku, tunjukilah aku untuk mensyukuri nikmat Engkau yang telah Engkau berikan kepadaku dan kepada ibu bapakku dan supaya aku dapat berbuat amal yang saleh yang Engkau ridhai; berilah kebaikan kepadaku dengan (memberi kebaikan) kepada anak cucuku. Sesungguhnya aku bertaubat kepada Engkau dan sesungguhnya aku  termasuk orang-orang yang berserah diri". 

Dan Kami perintahkan kepada manusia (berbuat baik) kepada dua orang ibu-bapaknya; ibunya telah mengandungnya dalam keadaan lemah yang bertambah-tambah, dan menyapihnya dalam dua tahun. Bersyukurlah kepada-Ku dan kepada dua orang ibu bapakmu, hanya kepada-Kulah kembalimu.

Jika mahu masok sorga, tarik mereka juga..


Jika tak nak masuk neraka..selamatkan semua..



Maka disebabkan rahmat dari Allah-lah kamu berlaku lemah lembut terhadap mereka. Sekiranya kamu bersikap keras lagi berhati kasar, tentulah mereka menjauhkan diri dari sekelilingmu. Karena itu maafkanlah mereka, mohonkanlah ampun bagi mereka, dan bermusyawaratlah dengan mereka dalam urusan itu. Kemudian apabila kamu telah membulatkan tekad, maka bertawakkallah kepada Allah. Sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang bertawakkal kepada-Nya. 


Jika susah, diredha dan disyukuri...


Jika senang, dirai dan sama-sama mensyukuri..


Bukan berdebat sana sini, maki dan memerli..


Bersangka buruk, dan keep membenci..


Terlalu bersangka-sangka tidak akan membawa kemana.. Kerna tiada akhir kebenaran dari persangkaan itu... Makanya hanya buang masa. 


Dari persangkaan yang membawa kepada umpatan..maka fitnah pula jadinya..bukan kah buruknya fitnah itu lebih dahsyat dari pembunuhan?.. takut bukan? hati-hatilah wahai insan..


Jangan berkata sesedap bicara.. takut-takut Allah murka..



Ini bukan bilangan ku si manusia hina...Tapi bilangan Allah pemilik kekal seluruh hakikat buana.. Allahuakbar!



Dan kebanyakan mereka tidak mengikuti kecuali persangkaan saja. Sesungguhnya persangkaan itu tidak sedikitpun berguna untuk mencapai kebenaran. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa yang mereka kerjakan. 



Allahu Allah! Aku sedih...itu bukan kasih abadi sesama siblings wahai insan..


selayaknya, sepatutnya harus!


Kasih paling dalam! selepas chenta Allah Rasul, ibu bapa..


Harus!


Bersangka dengan kebaikkan dan kebajikan terbaik..


Harus!


Bila memberi bukan untuk menerima..


Bila menerima, bukan perlu kembali memberi..


Kerana rugi...rugi...Allahu Allah...rugi sangat wahai insan..



Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu menghilangkan (pahala) sedekahmu dengan menyebut-nyebutnya dan menyakiti (perasaan si penerima), seperti orang yang menafkahkan hartanya karena riya kepada manusia dan dia tidak beriman kepada Allah dan hari kemudian. Maka perumpamaan orang itu seperti batu licin yang di atasnya ada tanah, kemudian batu itu ditimpa hujan lebat, lalu menjadilah dia bersih (tidak bertanah). Mereka tidak menguasai sesuatupun dari apa yang mereka usahakan; dan Allah tidak memberi petunjuk kepada orang-orang yang kafir. 


Jika kamu menampakkan sedekah(mu), maka itu adalah baik sekali. Dan jika kamu menyembunyikannya dan kamu berikan kepada orang-orang fakir, maka menyembunyikan itu lebih baik bagimu. Dan Allah akan menghapuskan dari kamu sebagian kesalahan-kesalahanmu; dan Allah mengetahui apa yang kamu kerjakan.  


Bila berkata-kata biar memberi kedamaian..


Bila senyap biar bersama ketenangan..


Bila tersakiti, diam dan memberi maaf..


Bila menyakiti, sebut dan berbuat lembut..



Perkataan yang baik dan pemberian maaf lebih baik dari sedekah yang diiringi dengan sesuatu yang menyakitkan (perasaan si penerima). Allah Maha Kaya lagi Maha Penyantun.


Peluk dan dakaplah saudaramu dengan penuh kasih sayang..


Tanpa pura-pura dan dendam..



Sedangkan ukhwah paling lemah pun hanya dengan bersangka baik..apatah lagi lagi jika seburuk-buruk persangkaan kita beri kepada keluarga kita sendiri... dimana ukhwah? dimana pertalian keluarga? dimana persamaan darah dan rasa?



Sebelum menghukum, cuba kita berkasut dikasut mereka.. adakah kita mampu? kita tak kan mampu merasa sebab bukan kita berada ditempat dia..kita takkan mampu selami..takkan mampu mengerti..



Analoginya seperti kau berlebihlebihan menegur orang salah bertajwid ketika mengaji...sedang kau sendiri mengaji pun belum pernah..Allahu Allah!


Tidak takutkah andai Allah menguji engkau dengan hal yang sama..


Istighfar, insafi diri...


Raikan lah ahli keluarga kita..agar kelak Allah meraikan kita disyurgaNya.. Berlapang dada dan bersabar..



Pandang kebaikkan dan syukuri kebaikkan itu. Jangan dicari-cari kelemahan, kerna tiada yang berhak memberi hukum selain Allah.. 



Allah tidak menciptakan manusia itu sempurna.. Jadi jangan diburuk-burukkan kelemahan nya.. kerna kau juga mungkin punye lebih banyak kelemahan tanpa kau sedar.. 


Bezanya cuma kau sangat lantang berbicara..sedang lawanmu diam membisu dalam sabar..


Besides, boleh jadi si hina dimata kau itu sangat mulia disisi Allah! Redha Allah ada bersamanya dalam setiap tindak tanduknya, walau mungkin semua manusia menghinanya..


Allah!



Family love is forever.. till jannah! jaga dari dunnia supaya tidak goyah...dan bawa bersama sehinga ke syurga!



InshaALlah... love these small article, kata-kata manusia yang entah siapa.. googling sana sini terjumpa ini.. just put here as reminder pada diri



Keluarga, adalah ibarat miniatur surga yang di anugrahkan kepada manusia, sebagai bukti kasih sayang Allah SWT kepada hambanya. Disana adalah tempat berteduh dan muara terakhir bagi siapapun, setelah lelah beraktifitas seharian dengan dunia, dan atau dengan diri sendiri.Disana juga adalah tepat berbagi dan merebahkan sejenak hati yang jenuh, untuk kemudian menjadi segar kembali. 

Maka lihatlah betapa jika seseorang tiada lagi memiliki keluarga yang nyaman untuk tempatnya kembali, maka di dunia seluas apapun dia berada, maka terasa batinnya akan menjadi gelandangan yang tanpa tujuan dan gersang walau sebanyak apapun kepemilikan dunia telah di genggamnya. 

Dan keluarga yang melandaskan hati mereka kepada Allah, maka tak lain akan hadirnya kasih sayang dan keteduhan. Sebaliknya bila ada salah satu hati yang tidak lagi kompak dan menyisihkan Allah dari berbagai urusan mereka, maka seperti sebuah bom waktu yag tengah di pasang, maka tinggal tunggulah saja kehancuran dari keluarga tersebut.

Sungguh memang tak mudah menyatukan beberapa kepala, yang tumbuh tentunya dengan berbagai prinsip dan kepentingan serta sifat yang berbeda. Namun satu hal yang lagi- lagi harus kita ingat, bahwa tidak ada yang tidak mungkin jika atas nama Allah. Dan ketika kita meletakkan satu prinsip kita atas aturan Allah dan mengembalikan semua masalah dengan aturan sesuai dengan Al quran dan hadist, maka betapapun berbeda kita, maka segalanya akan terasa sama. Allah SWT adalah penyatu hati dan pikiran, serta penyejuk jiwa yang bergejolak dalam perbedaan.

Selanjutnya, komunikasi yang sehat dalam rangka berikhtiyar menjaga keutuhan dan kebersamaan antar keluarga adalah juga mutlak diperlukan. Maka jangan suguhkan kata- kata sampah ataupun raut muka yang tidak menyejukkan disana. Hawa negatif sama sekali tidak akan memperbaiki keadaan kecuali hanya semakin memperburuknya. Tidak ada orang yang bisa mengerti dan mau dimengerti dengan bahasa yang negatif, dan sekasar apapun manusia, namun diapun pasti berharap untuk ditegur dan diperlakukan dengan sangat santun. Sekali lagi, jika pengertian dan kasih sayang telah kita niatkan kepada keluarga kita atas nama Allah, maka tidak akan ada yang sulit untuk melakukanya. Disinilah akhirnya kualitas kita sebagai manusia dan anggota keluargapun teruji. Dan bagaimana akhirnya kualitas tersebut, kita bisa menjadi saksi atas diri kita sendiri. 

Maka jauhkanlah kemarahan dan cuaca neraka ketika kita ada di dalamnya. Sejuknya sebuah pengertian dan kestabilan diri dalam mengontrol emosi, menjadikan keluarga terasa bagai oase kecil yang mewujud nyata dari sebuah kasih sayang Sang maha kuasa.   Maka terbiasakanlah kelembutan dan kasih sayang hadir disana. Karena bagai sebuah oase hidup, keluarga akan menjadi tempat yang sangat dirindukan untuk kembali, ketika dimanapun jasad kita berada.

Dan jika sekarang kita adalah bagian dari seseorang yang berada dalam ambang kehancuran sebuah keluarga, ataupun dalam masa penyembuhan dari keretakan yang terjadi atas keluarga kita, yakinlah bahwa tidak ada kata terlambat, jika kita masih mau berbuat sesuatu. Walaupun akhirnya nanti, tidak semua keinginan kita terpenuhi, namun pastilah Allah tidak akan sia- sia dalam memberikan episode kehidupan kepada kita. Berbagai hikmah serta pelajaran bisa kita ambil, untuk menjadikan diri kita lebih baik dari yang pernah ada sebelumnya. 

Dan sebuah keluarga yang menentramkan sebenarnya adalah yang menjadi impian bahkan bagi seburuk- buruk manusia. Disanalah dia tercetak menjadi pribadi seperti apa, dan tergambar dengan bagaimana cara dia menghadapi hidup dan kehidupannya selanjutnya. Dan hanya keluarga yang memiliki dan melandaskan segalanya hanya kepada Allah SWT sajalah, yang akhirnya akan menemukan arti sejati dari apa yang disebut dengan kerukunan dan kebahagiaan.



sejauh manapun kamu membenarkan apa yang kamu rasa benar..tidak akan membawa kemana jika tiada redha Allah didalamnya.. 

Berdoalah dengan solat dan sabar jika kau mahu menang...bukan dengan menyakiti manusia disekitarmu..


waallahualam..


Jujur aku takut menulis begini... Tapi moga Allah selamatkan orang yang membaca dari tersakiti akibat tulisan tangan ku ini.. Semoga Allah membuka hati-hati kita.. mendamaikankan persaudaraan kita..menyejukkan kemarahan kita.. membuka jalan iman ke syurga.. Dunia ini hanya permainan sementara.. rugi andai kita lupa tentang itu..


Ramlah,
IAMM
5.50pm

7/17/12

re-kill by (9:41)


Berangkatlah kamu baik dengan rasa ringan maupun dengan rasa berat, dan berjihadlah dengan harta dan jiwamu di jalan Allah. Yang demikian itu adalah lebih baik bagimu jika kamu mengetahui.
(9:41)






Sejak tiga tahun yang lalu
aku mencari ini dalam hatiku..


Mendengar kisah sisters yang berjuang bertahun-tahun..
Istiqamah dan mentsabat kan diri mereka secara sengaja atau tidak sengaja.
Melangsai dan melaksana seluruh ketaatan dan tanggungjawab secara rela atau terpaksa.


Kerana mereka menyedari HAKIKAT itu.


Ya..
Aku juga perlu begitu..


Namun letih..
Aku mengaku itu..


Jatuh! dan bangkit..
Jatuh lagi dan bangkit semula..
Jatuh jatuh jatuh..bangkit..


Kamu kira agak-agak sudah berapa kali kah aku melalui keperitan itu?
Jujur memang sakit..


Kalau kamu belum melalui itu maka bersedialah.. cipta-ciptalah ikhlas dalam hatimu.


Allah ya Allah..
Bantulah kami..Istiqamahkanlah kami untuk mencintai dan mentaati Mu melebihi yang lain-lain.. 
Istiqamahkanlah hati kami pada jalan yang membawa kami dekat padaMu dan bukan menjauhiMu 
Bantulah kami dalam mujahadah kami membela iman dan taqwa dalam hati kami.. 
Bantulah kami untuk mengimani bahawa dunia ini hanya senda gurau dan permainan semata-mata.. 
Bantulah kami untuk mengimani bahawa akhirat itu selamanya.. 
Ingatkanlah kami ketika kami apha, lalai, leka dan lupa..



Wahai jiwa didiklah hatimu..pujuklah dirimu.. kuatlah kamu dalam menghadapi dunia dan seisinya..

Hargai nikmatNya, syukuri pemberianNya, cintai diriNya..



Please ingat! Hakikat melaksanakan ibadah itu adalah kerana KETAATAN bukan kerana mengharap sejuta kemanisan iman atau kejayaan..


...tiada alasan...



Ramlah, KL
0500pm


p/s:again this was post to remind and re-kill myself. thank you to me. 


1/18/12

Kelesuan Selepas Bermujahadah??









Aku sangat beriman bahawa segala urusan dipegang oleh Allah..



Segala nikmat juga dalam agihan dan pembahagian Allah.. dengan ukuran yang PALING TELITI.. dari yang Maha Teliti.



Malah sedarkah kamu menulis ini juga sebahagian dari anugerah dariNya.. adakala merasa sangat tercurah dengan isi dan idea untuk menulis.. adakala kering dan dahaga mencari ape yang mahu ditulis.. huhu dan yang paling teruk, malas dan putus asa mencari daya untuk menulis..



Ya! Dalam tangan Allah yang memegang hasil…tapi usaha adalah pilihan diri sendiri.. usaha yang dinilai Dia..




Sitting ku DL2 yang semalam baru berlalu… benilai beberapa minit cuma… kami habis awal semalam, tapi kisahnya cukup dalam dan cukup cukup cukup memberi kesan.. 



Kerana itu aku selalu bilang, 
Jangan dinilai pada isinya,
Jangan dinilai pada sedap makanannya, 
Jangan dinilai pada happy gelak tawanya, 
Jangan dinilai pada hebat si mak naqibahnya, 
Jangan dinilai pada hebat anak-anak usrahnya,
Jangan dinilai pada kandungan yang berjela-jela,
Jangan dinilai pada panjang waktu duduk berbulatannya..




Kerana yang memberi walau secebis cuma itu, tetap HANYA Allah..apatah lagi jika yang didapati berkepuk-kepuk..sehingga cair jiwa dan cair ragadalam menerima rasa recharge iman dan taqwa… sebagai kesan usrah itu tadi..


Kerana itu aku juga sangat mencintai analogi mangkuk yang diberi ummi ina entah sejak berapa lama dahulu.. alhamdulillah apabila kita bersedia menadah mangkuk (membuka hati) untuk menerima apa jua didikan dari Allah sewaktu bersitting, pasti Allah akan memberi kepada kita. Dan pemberiannya itu bisa wujud dalam bentuk apapun.. hanya kita perlu sentiasa bersedia dan alert untuk menerima.


Yang banyak disyukuri..yang sikit juga disyukuri..

Alhamdulillahirabbilamin..




''Kelesuan selepas bermujahadah adalah kerana rosaknya langkah bermula..'' (Muntalaq)






''Kenapa kamu bawa adik-adik kamu?'' tanya ummi kami..



Inilah jawapan kanak-kanak kami:

''kerana tanggungjawab''
''kerana amanah.''
''kerana kasih kerana sayang pada mereka..''


(kerana kami hanya bertiga jadi jawapannya cuma tiga..jawapan siapa dan milik siapa biarlah rahsia)




''akak? kenapa akak bawa kami'' tanyaku


(sambil menanti dengan sungguh-sungguh-sungguh tidak sabar apakah jawapan ummi ku)


''Namun bukankah semuanya sepatutnya adalah semata-mata KERANA ALLAH SEMATA'' kata ummi



ya!



Itulah jawapannya wahai jiwa..
Itulah jawapannya yang akan meringankan bahu yang berat..
Melunakkan telinga yang perit..
Memaniskan hati yang terasa pahit dan kelat..




Begitulah selayaknya. Kerana dengan niat yang betul dan jelas akan membetulkan setiap langkah sejak dari langkah bermula. Jadi teringat dengan innnamal a’malubinniat (hadis 1). Sangat betul kata Nabi Muhammad.




Jadi maaf ya wahai manusia~ aku tidak peduli  akan kata-katamu, kecuali jika katamu itu untuk menambahbaikku dan aku juga tidak akan peduli akan fikir-fikirmu kecuali jika fikirmu itu untuk menambahbaikku.








Mujahadah kita masih jauh,malah masih tidak akan pernah habis, kerana Rasulullah SAW juga pernah bersabda..






''Iman itu naik dan turun, maka sentiasa perbaharui iman kamu.''





Semuanya hanya kerana Allah..KERANA ALLAH yang akan melingkupi  SEMUA KERANA. Maka aku tidak pernah mahu berhenti..




Walaupun langkah telah lama bermula, takkan pernah salah untuk melangkah dengan langkah yang baru kan? Hihihi



YiiIHHhhhaaaaaa!!! Lets go!!!!
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...